Kopi Bali Kintamani Honey adalah biji kopi Arabika dari dataran tinggi Kintamani, Bali, yang diproses dengan metode honey. Memiliki karakter manis, fruity, floral, dan keasaman ringan dengan body sedang hingga penuh. Tersedia dalam pilihan green beans, roasted beans, dan kopi bubuk.
Rp292.500
Kopi Bali Kintamani Honey merupakan kopi Arabika yang berasal dari kawasan Kintamani, Bali, salah satu daerah penghasil kopi yang dikenal dengan karakter rasa yang khas. Tumbuh di dataran tinggi dengan tanah vulkanik yang subur, kopi ini menawarkan perpaduan rasa manis, fruity, floral, dan keasaman ringan yang seimbang.
Keunikan Kopi Bali Kintamani Honey berasal dari metode pengolahannya. Pada proses honey, kulit buah kopi dikupas setelah panen, sementara sebagian mucilage atau lapisan lendir tetap menempel pada biji selama proses pengeringan. Metode ini membantu menghasilkan karakter rasa yang lebih manis dengan sensasi fruity dan tekstur yang cenderung lebih lembut.
Produk ini tersedia dalam bentuk green beans, biji kopi sangrai, dan kopi bubuk, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan roasting maupun konsumsi langsung.
Kopi Bali Kintamani Honey memiliki profil rasa yang seimbang dengan tingkat kemanisan yang menjadi salah satu karakter utamanya.
Aroma:
Manis dengan nuansa floral, buah tropis, dan sedikit sentuhan earthy.
Rasa:
Menampilkan karakter fruity seperti pepaya dan mangga, berpadu dengan sentuhan cokelat atau nutty.
Keasaman:
Ringan dan cerah dengan karakter yang relatif bersih.
Body:
Sedang hingga penuh dengan tekstur halus dan aftertaste yang memuaskan.
Karakter rasa dapat berkembang tergantung pada profil roasting dan metode seduh yang digunakan.
Kopi ini berasal dari kawasan Kintamani, Bali, yang memiliki lingkungan pertumbuhan khas daerah pegunungan. Tanah vulkanik yang subur serta kondisi iklim yang relatif sejuk mendukung pertumbuhan tanaman kopi Arabika.
Secara umum, tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar 8–9 bulan dari bunga hingga buah matang. Produktivitas tanaman berada pada kisaran 800–1.500 kg per hektare, bergantung pada kondisi kebun, varietas, perawatan, dan faktor lingkungan.
Kopi Kintamani tumbuh pada ketinggian sekitar 1.000–1.500 mdpl, dengan suhu optimal sekitar 18–28°C dan curah hujan sekitar 1.000–2.500 mm per tahun.
Salah satu daya tarik produk ini adalah Honey Process. Berbeda dengan proses washed yang menghilangkan mucilage sebelum pengeringan atau natural process yang mengeringkan buah kopi secara utuh, proses honey mengeringkan biji setelah kulit buah dikupas dengan sebagian mucilage masih menempel.
Selama proses pengeringan, mucilage tersebut berkontribusi terhadap perkembangan karakter rasa pada biji. Hasilnya dapat memberikan sensasi manis, fruity, dan tekstur yang lebih kompleks.
Karakter akhir kopi tetap dipengaruhi oleh kondisi pengeringan, tingkat kematangan buah, kualitas biji, roasting, serta metode penyeduhan.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jenis | Arabika |
| Origin | Kintamani, Bali, Indonesia |
| Ketinggian | 1.000–1.500 mdpl |
| Screen Size | 15–18 |
| Moisture | Maks. 12% |
| Triage | 7–9% |
| Defect Value | Maks. 10% |
| Cupping Score | 82–88 |
| Ukuran Lot | 200 |
| Ukuran Karung | 60 kg |
| Kemasan | Liner GrainPro |
| Metode Pengolahan | Honey Process (Pulped Natural) |
| Bentuk Biji | Pipih dengan garis tengah yang jelas |
| Kandungan Kafein | 0,8–1,4% |