Kopi Java Honey adalah kopi Arabika dari Jawa Timur yang diproses dengan metode honey process. Memiliki karakter rasa manis, karamel, floral, dan fruity dengan acidity ringan hingga sedang serta body medium-full yang lembut.
Rp373.000
Kopi Java Honey merupakan kopi Arabika Indonesia yang berasal dari Jawa Timur dan diproses menggunakan metode Honey Process (Pulped Natural). Metode ini dilakukan dengan mengupas kulit buah kopi, kemudian mengeringkan biji dengan sebagian mucilage atau lapisan lendir alami yang masih menempel.
Lapisan mucilage tersebut memberikan kontribusi terhadap karakter rasa yang lebih manis dan kompleks. Hasilnya adalah kopi dengan perpaduan karamel, gula merah, floral, fruity, dan sedikit nuansa nutty, serta finish yang halus dan bersih.
Salah satu daya tarik utama Kopi Java Honey adalah keseimbangan antara kemanisan, keasaman, dan body. Kopi ini memiliki aroma manis dengan sentuhan madu, karamel, serta floral ringan.
Saat diseduh, karakter rasanya cenderung halus, seimbang, dan sedikit fruity. Keasamannya berada pada tingkat ringan hingga sedang, sedangkan body-nya medium hingga full dengan mouthfeel yang kaya dan lembut.
Profil rasa utamanya meliputi:
Honey process merupakan metode pengolahan kopi di mana kulit buah kopi dikupas, sementara sebagian lapisan mucilage tetap dibiarkan menempel pada biji selama proses pengeringan.
Berbeda dengan proses washed yang menghilangkan mucilage secara lebih menyeluruh, metode honey memungkinkan karakter manis dari mucilage berkontribusi pada profil akhir kopi.
Karena itu, kopi yang diproses dengan metode ini sering memiliki karakter manis, fruity, floral, dan body yang lebih terasa, meskipun profil akhirnya tetap dipengaruhi oleh varietas, lingkungan tumbuh, proses pengeringan, dan roasting.
Kopi Java Honey berasal dari Jawa Timur, Indonesia, khususnya wilayah Tlogosari dan Argopuro. Kopi tumbuh pada ketinggian sekitar 1.000–1.500 mdpl, dengan kondisi tanah vulkanik yang kaya mikronutrien.
Kondisi tersebut mendukung pertumbuhan tanaman Arabika dan membantu membentuk karakter rasa yang kompleks. Proses panen dilakukan secara manual maupun mekanis, kemudian biji diproses menggunakan metode Honey Process (Pulped Natural).
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jenis | Arabika |
| Origin | Jawa Timur, Indonesia Jawa Timur, Indonesia |
| Processing | Honey Process |
| Screen Size | 15–18 |
| Moisture | Maks. 12% |
| Triage | 7–9% |
| Defect Value | Maks. 10% |
| Cupping Score | 82–88 |
| Aroma | Honey, Caramel, Floral |
| Flavor | Fruity, Nutty, Gula Merah |
| Acidity | Light–Medium |
| Body | Medium–Full |
| Ketinggian | 1.000–1.500 mdpl |
| Kemasan | Liner GrainPro |
| Ukuran Karung | 60 kg |
Karakter Kopi Java Honey yang seimbang membuatnya cukup fleksibel untuk berbagai metode penyeduhan. Pour-over dapat digunakan untuk menonjolkan karakter floral dan fruity, sedangkan French press dapat menghasilkan body yang lebih tebal dan mouthfeel yang lebih kaya.
Untuk espresso, karakter karamel dan gula merah dapat menjadi dasar rasa yang menarik, terutama bagi penikmat kopi dengan profil manis dan seimbang.