Kopi Flores adalah biji kopi Arabika dari dataran tinggi Flores, Nusa Tenggara Timur, yang tumbuh di tanah vulkanik subur pada ketinggian 1.300–1.400 mdpl. Memiliki karakter nutty, sweet caramel, herbal, keasaman medium-bright, dan body medium-full.
Rp475.000
Kopi Flores merupakan kopi Arabika yang berasal dari dataran tinggi Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Tumbuh di lingkungan pegunungan dengan tanah vulkanik yang subur, kopi ini memiliki karakter rasa yang khas dengan perpaduan nutty, sweet caramel, dan herbal.
Sebagai salah satu kopi spesialti dari Indonesia Timur, Kopi Flores Arabika dikenal memiliki profil rasa yang seimbang dengan keasaman medium-bright dan body medium-full. Karakter tersebut menghasilkan secangkir kopi dengan rasa yang kompleks namun tetap nyaman dinikmati.
Produk ini tersedia dalam bentuk green beans, biji kopi sangrai, dan kopi bubuk, sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan roasting, kedai kopi, maupun konsumsi pribadi.
Kopi Flores memiliki karakter rasa yang cukup khas dengan perpaduan rasa manis, nutty, dan herbal.
Aroma: Fresh dan nutty dengan aroma yang bersih.
Rasa: Menampilkan karakter nutty, sweet caramel, dan herbal yang memberikan profil rasa seimbang.
Keasaman: Medium-bright, memberikan sensasi cerah dan segar pada cangkir.
Body: Medium-full dengan tekstur yang cukup penuh dan nyaman.
Kopi Flores Arabika berasal dari kawasan dataran tinggi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini memiliki kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi Arabika, termasuk tanah vulkanik yang subur dan lingkungan pegunungan.
Kopi ini tumbuh pada ketinggian sekitar 1.300–1.400 mdpl. Kondisi ketinggian tersebut memberikan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan buah kopi dan pembentukan karakter rasa.
Tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar 9 bulan dari bunga hingga buah. Produktivitas berada pada kisaran 800–1.500 kg per hektare, bergantung pada varietas tanaman, kondisi kebun, perawatan, dan faktor lingkungan.
Tanah vulkanik yang subur menjadi salah satu karakter penting dari lingkungan produksi Kopi Flores.
Kopi Flores pada produk ini diproses menggunakan metode Fully Washed. Dalam metode ini, kulit dan daging buah kopi dipisahkan dari biji, kemudian biji melalui proses pencucian untuk menghilangkan sisa mucilage sebelum dikeringkan.
Proses washed umumnya menghasilkan karakter kopi yang lebih bersih dan membantu menonjolkan karakter keasaman serta cita rasa yang berasal dari biji dan lingkungan tumbuhnya.
Pada produk ini, proses tersebut mendukung karakter medium-bright acidity, aroma fresh, serta rasa nutty, sweet caramel, dan herbal.
Hasil akhir tetap dapat dipengaruhi oleh kualitas buah, proses pascapanen, kondisi pengeringan, penyimpanan, profil roasting, dan metode penyeduhan.
Salah satu daya tarik Kopi Flores adalah keseimbangan antara rasa manis dan karakter yang segar. Nuansa nutty memberikan kesan rasa yang gurih dan kaya, sementara sweet caramel memberikan kemanisan yang lebih lembut.
Karakter herbal memberikan dimensi tambahan pada profil rasa sehingga kopi tidak hanya terasa manis, tetapi juga memiliki kompleksitas yang khas.
Dengan medium-bright acidity dan medium-full body, kopi ini dapat menjadi pilihan bagi penikmat kopi yang menginginkan keseimbangan antara rasa yang cerah dan tekstur yang cukup penuh.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jenis | Arabika |
| Origin | Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia |
| Area Produksi | Dataran Tinggi Flores, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur |
| Ketinggian | 1.300–1.400 mdpl |
| Screen Size | 15–19 |
| Kadar Air | Maks. 13% |
| Triase | 8–10% |
| Defect Value | Maks. 11% |
| Cupping Score | 84+ |
| Ukuran Lot | 200 |
| Ukuran Karung | 60 Kg |
| Metode Pengolahan | Fully Washed |
| Bentuk Biji | Pipih dengan garis tengah yang jelas |
| Kandungan Kafein | 0,8–1,4% |