Kopi Mandheling adalah kopi Arabika asal Sumatra, Indonesia, yang dikenal dengan karakter rasa kaya, herbal, spicy, karamel lembut, dan body medium hingga tinggi. Diproses dengan metode semi-washed dan memiliki keasaman yang halus. Tersedia sebagai green beans dengan pilihan Grade 1 hingga Grade 6.
Rp474.000
Kopi Mandheling merupakan salah satu kopi Arabika asal Sumatra, Indonesia, yang dikenal karena karakter rasanya yang kaya, body yang kuat, dan tingkat keasaman yang relatif halus. Kopi ini memiliki profil rasa yang kompleks dengan perpaduan herbal, spicy, kacang, dan karamel lembut.
Tumbuh di dataran tinggi Sumatra dengan kondisi tanah vulkanik yang subur, Kopi Sumatra Mandheling mendapatkan lingkungan yang mendukung perkembangan tanaman kopi Arabika. Salah satu karakter pentingnya adalah metode pengolahan semi-washed atau wet hulling yang umum digunakan pada kopi Sumatra dan turut membentuk karakter rasa yang khas.
Produk ini tersedia dalam bentuk green beans untuk kebutuhan roasting, bisnis kopi, kedai, maupun industri pengolahan kopi.
Kopi Mandheling dikenal dengan profil rasa yang kaya dan memiliki body yang cukup tinggi. Karakternya cocok bagi penikmat kopi yang menyukai rasa dalam, lembut, dan kompleks.
Aroma: Manis, segar, dan memiliki nuansa kacang.
Rasa: Herbal dan spicy dengan sentuhan karamel lembut.
Keasaman: Halus dan tidak terlalu dominan.
Body: Medium hingga tinggi dengan tekstur yang cukup penuh.
Kopi Sumatra Mandheling berasal dari wilayah Sumatra, Indonesia. Produk ini mencantumkan beberapa wilayah produksi seperti Berastagi, Sidikalang, Dolok Sanggul, Dolok Saribu, Lintong, Borong-borong, Tobasa, Sipirok, dan Mandailing.
Kopi tumbuh pada ketinggian sekitar 1.100–1.500 mdpl, dengan kondisi tanah hitam atau tanah vulkanik muda yang subur dan kaya akan mikronutrien.
Tanaman kopi membutuhkan waktu sekitar 9 bulan dari bunga hingga buah, sedangkan produktivitas berada pada kisaran 800–1.500 kg per hektare, bergantung pada kondisi tanaman, lingkungan, perawatan kebun, dan faktor produksi lainnya.
Lingkungan dataran tinggi dan tanah vulkanik menjadi bagian penting dari karakteristik pertumbuhan kopi Arabika Sumatra.
Salah satu karakteristik penting Kopi Mandheling adalah metode pengolahan semi-washed, yang juga dikenal sebagai bagian dari tradisi wet hulling pada kopi Sumatra.
Pada metode ini, buah kopi diproses dan sebagian lapisan mucilage dihilangkan sebelum biji dikeringkan lebih lanjut. Dalam praktik wet hulling, biji kopi kemudian dikupas pada kadar air yang lebih tinggi dibandingkan metode pengolahan washed pada umumnya.
Proses tersebut berkontribusi terhadap karakter khas kopi Sumatra yang sering memiliki body tebal, keasaman lebih halus, serta nuansa herbal, earthy, spicy, dan cokelat.
Karakter akhir tetap dipengaruhi oleh kualitas buah, kondisi pengolahan, pengeringan, penyimpanan, roasting, dan metode penyeduhan.
Salah satu daya tarik Kopi Mandheling adalah kombinasi antara body yang kuat dan keasaman yang halus. Karakter tersebut membuat kopi ini cocok untuk penikmat yang menginginkan cangkir dengan rasa yang dalam dan tekstur yang penuh.
Nuansa herbal dan spicy memberikan kompleksitas, sementara karakter karamel lembut serta kacang membantu memberikan keseimbangan pada profil rasanya.
Dengan body medium hingga tinggi, kopi ini juga dapat menjadi pilihan untuk berbagai profil roasting, termasuk roasting yang ditujukan untuk espresso maupun metode seduh manual.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Jenis | Arabika |
| Origin | Sumatra, Indonesia |
| Ketinggian | 1.100–1.500 mdpl |
| Screen Size | 15–19 |
| Kadar Air | Maks. 13% |
| Triase | 6–8% |
| Defect Value | Maks. 11% |
| Cupping Score | 84+ |
| Ukuran Lot | 200 |
| Ukuran Karung | 60 Kg |
| Pengemasan | GrainPro Liner |
| Metode Pengolahan | Semi-Washed |
| Bentuk Biji | Pipih dengan garis tengah yang jelas |
| Kandungan Kafein | 0,8–1,4% |